Selama ini, korupsi sering menyalahkan sistem yang bobrok atau budaya kerja yang nggak
sehat. Tapi faktanya, faktor kepribadian juga ikut main peran besar. Dalam psikologi, ada
istilah yang cukup terkenal: Dark Triad Personality alias sisi kepribadian “gelap”.
Dark Triad ini terdiri dari machiavellianism, narcissism, dan psychopathy. Orang dengan ciri
ini biasanya lebih manipulatif, ego-sentris, minim empati, dan rela ngelakuin apa pun demi
kepentingan diri sendiri.
Kenalan dikit sama trio gelap ini:

● Machiavellianism: jago ngatur strategi, manipulatif, sinis sama orang lain, dan rela
ngapa-ngapain demi keuntungan jangka panjang.

● Narcissism: haus validasi, pengen jadi pusat perhatian, ngerasa paling hebat, dan
pengen dapet hak lebih dari orang lain.

● Psychopathy: minim empati, hidupnya impulsif, antisosial, dan doyan manipulasi
instan.

Beberapa penelitian mengatakan, makin kuat sisi gelap kepribadian seseorang, makin besar
juga potensi dia berperilaku nggak etis, termasuk korupsi. Bahkan, kepribadian disebut
sebagai faktor paling konsisten dalam memprediksi sikap terhadap korupsi.
Tapi plot twist-nya, penelitian terbaru justru menemukan hal menarik. Walaupun banyak
responden punya skor Dark Triad di level sedang, tingkat kecenderungan korupsinya malah
rendah. Ini bikin kita berfikir ulang: jangan-jangan hubungan kepribadian gelap dan korupsi
itu nggak selalu lurus.

Kenapa bisa gitu? Salah satu alasannya diduga karena alat ukur yang dipakai lebih banyak
nge-detect sifat narsistik, padahal dua sisi gelap lain machiavellianism dan psychopathy
justru punya hubungan lebih kuat sama perilaku korupsi.
Pelajaran Penting !!!

Seleksi kepribadian calon karyawan itu krusial, bukan cuma soal skill. Korupsi itu kompleks
nggak cuma soal moral atau sistem, tapi juga soal siapa orangnya. Intinya, nggak semua
orang yang punya sisi gelap pasti korup, tapi mengenali potensi itu sejak awal bisa jadi
langkah preventif yang smart. Karena kadang, masalah besar berawal dari karakter kecil
yang diabaikan

Penulis : Kartika

Editor : Miandary Rahayu Agista, S.Psi